Sabtu, 18 September 2010

Telaga Rasa

Secepat mentari pagi mengeringkan tetes embun
Bahagia berganti kecewa
Sedang hasratku masih haus akan beningnya
Jiwa ini masih butuh rembas sejuknya.
 Di manakah Sang segala maha meletakan kunci keabadian bagi bahagiaku
Sebab kumau ia selalu tinggal dalam ruangku
Sebagai penghuni yang kuingini
Biar kecewa hanya datang sesekali saja
Sebagai tamu yang menyambangi limpah senyumku
Yang kan membuatku terus merawat bahagia agar kerasan di sini

2 komentar:

  1. hari ini aku memang belum beruntung seperti yang lainya tapi tunggu hari esok akan aku buktikan kepada mereka, bahwa aku bisa

    BalasHapus
  2. Telaga Rasa (Di telaga ini kumengalirkan tetes-tetes rasa.)
    Secepat mentari pagi mengeringkan tetes embun

    Bahagia berganti kecewa

    Sedang hasratku masih haus akan beningnya

    Jiwa ini masih butuh rembas sejuknya.

    Di manakah Sang segala maha meletakan kunci keabadian bagi bahagiaku

    Sebab kumau ia selalu tinggal dalam ruangku

    Sebagai penghuni yang kuingini

    Biar kecewa hanya datang sesekali saja

    Sebagai tamu yang menyambangi limpah senyumku

    Yang kan membuatku terus merawat bahagia agar kerasan di sini

    BalasHapus